This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 20 September 2013

naluri kerajaan



Naluri kerajaan
Oleh;sotel segoro
     Di dalam teater absurd ini kita butuh 12aktor\orang.jangan banyak kata kita langsung ke naskah,oke!siap!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
     Lampu gelap,senyap,sunyi,tidak ada suara.lalu lalang lampu hidup.sepasang 4 aktor masuk dengan keadaan berkepala ember,jalan-jalannya tidak tegas tapi semacam orang lunglai.4 aktor itu,berbaris ke belakang dengan rapi dan langkahnya juga rapi.setelah itu!di depan sana  ada 4 aktor lagi memegang kayu berbentuk persegi panjang.kayu itu, di patok-patok dengan kencang dan matanya menatap tajam pada aktor yang berkepala ember.4 aktor(yang berkepala ember)menuju 4 aktor(yang memegang kayu)dengan keadaan lunglai.
     Apabila 4 aktor(yang berkepala ember)agak dekat,maka si  4 aktor(yang memegang kayu)tersebut berpencaran,pergi ke setiap sudut,tapi cara pindahnya bukan berjalan,melainkan meloncat-loncat ke samping sepeti kodok.terus 4 aktor(yang berkepala ember )juga berpencar secara perlahan,mengikuti pencaran 4 aktor(yang memegang kayu)-satu persatu,dan kayu itu terus di patok secara kencang.yang asalnya berkelompok sekarang berpencar-mengejar yang memegang kayu.di perbagai sudut ada si pemegang kayu,dia seperti orang memanggil-manggil.para berkepala emberlalu menujupada para pembawa kayu yang ada  di setiap sudut.para pembawa kayu pun,berputar kekanan dan juga berkepala ember mengikutinya.
     Setealah sampai setengah putaran berturut-turut,lalu datang 2 aktor berguling-guling.keluar dari tempat yang 4 aktor(yang berkepala ember).2 aktor itu,juga berpencar,mengejar yang memegang kayu,tapi terus berguling mengejarnya.dan setelah berapa gulingan,2 aktor itu memberikan isyarat dengan kaki di atas seperti orang mengayuh.lalu semua aktor jadi berantakan,berserakan.jalan si 4 aktor(yang berkepala ember)menjadi menjinjit-jinjit.4 akto(pemegang kayu)gesit dalam gerakannya.semua aktor telah bergerak dengan cepat dan atribut.
    Lama ber-atribut.datang 1 aktor dengan tangan telentang dan berjalan berbaling-baling menuju ketengah panggung.lalu datang lagi 1 aktor dengan tangan telentang tapi miring dan juga berbaling-baling.kedua aktor berbaling- baling menuju ketengah panggung.aktor yang ber-atribut berubah seketika.4 aktor(yang berkepala ember)menjadi jalannya lambat dan lemas.sedangkan 4 aktor(pemegang kayu)menatap tak bergerak seakan-akan tak berkedip.2 aktor yang berguling menjadi merangkak lalu jatuh.
     Sampai di tengah,2 aktor yang  tangan telentang menyatu jadi satu nan berbaling.2 aktor si perangkak menuju pada 2 aktor yang menjadi satu,di sana dia meraba-raba tubuhnya.terus pada 4 aktor (yang memegang kayu)juga menuju,dengan jalannya kayu di atas kepalanya.setelah itu,4 aktor(yang berkepala ember)juga menuju,tapi jalannya sama yang tadi-menjinjit,disana berbentu lingkaran,2 aktor yang tangan telentang berda di tengah lingkaran..dan 4 aktor(pemegang kayu)berada di pinggir 2 aktor yang tangan telentangdan kayu di patok-patokkan.sedangkan 4 aktor(berkepala ember)berada di belakang 4 (pemegang kayu).4aktor(berkepala ember)tangannya berada di atas kepala dan kakinya terangkat.dan SELESAI……………………………………………………………………………
Selamat menyaksikan!!!


Rabu, 18 September 2013

teater saksi


hidup dan mati dianta dua kesaksian

Rabu, 04 September 2013

hari yang cerah



HARI SESUNYI MATAHARI
Oleh : Sotel Harian

Adegan I:
Lampu padam, instrument masuk, lalu 5 aktor masuk: 1 orang membawa kendi dan 4 orang membawa obor.
            Sesampai ketengah. Yang membawa kendi berada di tengah-tengah para pembawa obor dan mengelilingi perlahan-lahan.
            Suara musik semakin kencang dan melancang orang yang membawa kendi kebingungan dan takut. Dan kemudian music itu telah bersi  keras kendi itu di lempar ke bawah dan pecah. Orang yang membawa obor diam tidak berjalan lagi, tinggal orang yang membawa kendi dampak menyesali perbuatannya.
            4 aktor masuk, 2 aktor membawa polok berisi air dan kembang, dan 2 aktor lagi memabawa tupah. Air dan Kembang di taburkannya pada si pembawa kendi. Dan pembawa tupah duduk di sebelah pembawa obor dan mematung.
            Suara music semakin gaduh sedangkan penabur yang ada di tengah itu (membawa air dan kembang) semakin cepat menaburnya suara music melantang di pecahkannya polok di atas kepala si pembawa kendi.
            Dan si pembawa polok dengan si pembawa tupah keluar perlahan-lahan. lalu datanglah 2 atau 4 aktor tidak membawa apa-apa dan setelah itu berjalan menuju si pembawa kendi. Setelah sampai, menyembah kepada si pembawa kendi. Dan si pembawa kendi itu seperti tuhan yang berkuasa tapi tetap tidak berjalan dan dilihatnya yang menyembah itu. Beberapa saat kemudian setelah selesai melihatnya, si pembawa obor menancapkannya di sebelah leher pembawa kendi . si pembawa kendi roboh dengan keadaan seperti si penyembah tapi kepalanya menunduk.
Adegan II:
            4 aktor masuk  dengan keadaan membawa benda berat: Besi, Kayu, Batu, Kertas yang banyak. 4 aktor  tersebut mengeluh seperti orang yang sangat kelaparan dan menyebut “Tuhan” Berakali-kali. Beberapa menit kemudian 2 orang pembawa golok dengan menyebut “Akulah Tuhanmu ” 1 kali. Golok itu di mainkan. Setelah berkumpul 4 aktor (sipembawa benda berat ) dia menyebut “dimana tuhan kita !”. satu persatu di tanyakan dengan keadaan kaget dan setelah itu dia menangis dan tersedu-sedu. Si pembanwa golok lalu menyembelih satu persatu.

Senin, 02 September 2013