This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 14 April 2014

Gugur Mawar






Gugur mawar
Oleh: sufyan ts














(dalam naskah ini butuh 11 aktor)
aktor (A,B,C,D)  
terkurung bambu, di hadapannya terletak payung
aktor (E)
membawa lampu teplok
aktor(F)
membawa bunga
aktor (G) 
sebenarnya di aktor (G) ada dua actor di susun ke atas diam, dalam kotak putih panjang, membawa dua .
aktor (H)  
membawa gerobak
aktor (I)  
sebenarnya di aktor (I) ada dua aktor disusun ke atas, membawa bola bersinar berekor panjang, melelet ke bawah (kain)

/A/
Wajah panggung:
 aktor (A,B,C,D)  
berada di setiap sudut panggung, terkurung bambu. Menunduk menunggu sesuatu, dan duduk di atas kursi. Di hadapannya ada payung.
 aktor (G)  
terkurung kotak putih panjang. Tengah paggung.
Kayu berdiri di sebelah depan kanan kotak putih panjang. Bell besi digantung. Besi untuk mukul bell besi digantung.
/B/
Adegan I
 aktor (E)
 dari kiri  masuk panggung. Gelisah. Berjalan pelan. Lampu teplok yang dibawanya  menyala terang. Denyut jantung berbeda dari yang biasa
 aktor (A)
 malu.
 aktor (B)
 takut.
 aktor (C)
 marah.
 aktor (D)
 gembira.
 aktor (E)
 dengan gelisah dia melihat semua aktor (A,B,C,D) seakan-akan dalam hatinya dia bertanya: ada apa dengan semua ini? Apa yang terjadi hari ini?. Lalu, dia menatap dengan haru pada lampu teplok yang dibawanya. Seketika dia terkejut. Api yang ada di dalam lampu teplok tetap tenang. Seperti biasa api menyala. Dia merasa sudah cukup menatap lampu teploknya. Lalu, matanya mengawasi di sekelilingnya. Dia merasa tau bahwa lingkungan yang ia jalani akan terjadi sebuah misteri, entah itu apa.
Adegan II
 aktor (F)
  masuk dari kanan. Bahagia. Di kepalanya penuh bunga. Mencium bunga yang dibawanya. Meresapi aroma.
 aktor (E)
  berjalan menuju aktor (F). membawa kebahagian dan bunga yang dipegangnya. dia ingin mengambil bunga yang ada di kepala aktor (F). berjalan penuh harapan. Wajah sedih tapi berdaya.
 aktor (A,B,C,D)
  mereka menenangkan diri dengan duduk sambil kepala menunduk.
 aktor (F)
 dia berbelok dari arah aktor (E). dia tak mau diambil apa yang ia bawa, karna apa yang dia bawa adalah harta.
 aktor (E)
 dia seakan dipermainkan oleh aktor (E), tapi dia tak kan menyerah, dia terus ingin megambil. Hatinya terasa dihimpit oleh bunga yang ada di kepala aktor (E).
 aktor (F)
  bersenang-senang bunga yang dipegangnya. Berlari lalu berhenti.
 aktor (E)
 terus mengikuti aktor (F) kemana aktor (F) lari. Wajah cemas, sehimgga Tak berdaya.
Adegan III
Traaassss!!!!!                                                                                                                                                                                             
(kotak panjang yang terbuat dari kertas sobek)               
 aktor (G)
 dia muncul dari kotak putih panjang. Kertas putih alas atas sobek. Muncul kepala. Wajah misterius.
 aktor (E)
 terkejut melihat aktor (G). hatinya seakan-akan ditarik oleh suara dan wajah itu. dia langsung menuju ke bell besi. Memukulnyadengan cepat.
Teng! Teng! Teng!             
Lampu teplok digantung di sebuah paku yang tertancap pada kayu.
 Aktor (A,B,C,D)
 marah:
aktor (A)
 menggetarkan kurung
 aktor (B)
 menggetarkan payung
 aktor (C)
 menggetarkan kursi
 aktor (D)
 turun-naik kursi. Kesana-kemari.
 aktor (G)
mengadu sengnya dengan keras
 Treang!treang!treang!
 Wajah menyeram. Muka dan mata mengarah ke aktor (E). berjalan menembus alas depan kotak
 aktor (E)
wajah takut. Melangkah ke belakang—mundur. Mata menatap ke aktor (G). tak berkedip. dia ingin berlari namun tak bisa lari, kemana ia lari sementara perasaannya dicekik oleh badai.
 aktor (F)  
bunga yang dipegangnya jatuh. kebahagian yang berdiam dihatinya lusuh.Tangannya mengulur ke aktor (E). mendekap aktor (E) sambil Melihat aktor (G). merasakan sebuah masalah yang sangat besar yang telah tampak di hadapannya. Sebuah cobaan yang tak pernah ia alami. Cobaan begitu besar dan menyeram.
 aktor (A,B,C,D)  
keluar dari kurung membawa payung. Payung melengkung di atas kepala mereka. Mereka menampakkan kemarahannya. Payung disambar-sambar.
 aktor (G)
marah. Satu-persatu yang aktor (A,B,C,D) ditatap. Seng berhenti sekejap, lalu dimainkan tambah keras. Dia bingung mau mmelangkah kemana.
 aktor (F)  
menyeret langkah aktor (E) ke belakang. Menjauh dari aktor (G).
 aktor (A,B,C,D)  
melangkah ke arah aktor (G) dengan amuk payungnya.
 aktor (G)  
menghentikan suara sengnya. Pusing melihat aktor (A,B,C,D). ketika aktor (A,B,C,D) dekat, sengnya pun dimainkan dengan keras. Membentang.
 aktor (A,B,C,D)
tak kuat dengan amuk seng, payungnya pun menguncup. Payung mengarah ke atas. Meski payung tertutup, mereka tetap ingin berdiri. Namun, mereka gemetar. Suara seng itu seakan mencakar payungnya.
Adegan IV
 aktor (H)  
muncul dari kiri. Mendorong gerobak.
 aktor (A,B,C,D)  
mereka satu-persatu seakan ada yang menarik ke arah aktor (H). mereka sekuat-kuatnya melawan tarikan yang entah siapa. Namun, mereka tak kuat menariknya sehingga mereka masuk dalam gerobak.
 aktor (H)  
setelah aktor (A,B,C,D) masuk gerobak. Dia pun mendorong dengan cepat ke depan lalu ke kanan dan ke kanan—keluar dari tempat ia masuk tadi.
 aktor (G)  
berjalan menuju aktor (E) dan (F) yang salin dekap karna takut, ketika hampir sampai.
Lalu,
Adegan V
 aktor (I)
muncul dari kiri. Membawa bola bercahaya yang berekor panjang sampai menyentuh tanah.
 aktor (G)
 membelokkan arah badan dan langkahnya. Menuju aktor (I). emosi. Sengnya berbunyi keras dan cepat.
 aktor (E) dan  aktor (F)  
berjalan menuju depan panggung saling dekap. Menyaksikan sebuah peristiwa.
 aktor (G)  
marah pada aktor (I). seakan ingin mengambil sinar bola yang dipegang aktor (I)
 aktor (I)  
jalannya semakin cepat menuju pada kotak tempat keluar aktor (G).
 aktor (G)  
mengikuti langkah aktor (I) di belakangnya. Dia tak ingin ketinggalan.
 aktor (I)  
sampai di samping kotak, bola yang dipegangnya dijatuhkan kedalam kotak dari arah atas—atap kotak.
 aktor (G)
 sedih. Kembali ketempat ia keluar. Masuk kotak. Kepanjangannya menurun.
1 aktor (E) dan 1 aktor (F)
perlahan keluar ke arah kiri. Sedih dan menangis.
 aktor (I)
lalu, berjalan ke lampu teplok yang meyala terang. Menutup sebuah kisah denga meniup api yang menyala terang. Seketika padam. Gelap. Sunyi,
    (sebuah rasa yang tak bisa diungkapkan)  
        

                                 *Sekian Dan terima kasih*