HARI SESUNYI MATAHARI
Oleh : Sotel
Harian
Adegan I:
Lampu padam, instrument masuk, lalu 5 aktor masuk: 1 orang
membawa kendi dan 4 orang membawa obor.
Sesampai
ketengah. Yang membawa kendi berada di tengah-tengah para pembawa obor dan
mengelilingi perlahan-lahan.
Suara musik
semakin kencang dan melancang orang yang membawa kendi kebingungan dan takut.
Dan kemudian music itu telah bersi keras
kendi itu di lempar ke bawah dan pecah. Orang yang membawa obor diam tidak
berjalan lagi, tinggal orang yang membawa kendi dampak menyesali perbuatannya.
4 aktor
masuk, 2 aktor membawa polok berisi air dan kembang, dan 2 aktor lagi memabawa
tupah. Air dan Kembang di taburkannya pada si pembawa kendi. Dan pembawa tupah
duduk di sebelah pembawa obor dan mematung.
Suara music
semakin gaduh sedangkan penabur yang ada di tengah itu (membawa air dan
kembang) semakin cepat menaburnya suara music melantang di pecahkannya polok di
atas kepala si pembawa kendi.
Dan si
pembawa polok dengan si pembawa tupah keluar perlahan-lahan. lalu datanglah 2
atau 4 aktor tidak membawa apa-apa dan setelah itu berjalan menuju si pembawa
kendi. Setelah sampai, menyembah kepada si pembawa kendi. Dan si pembawa kendi
itu seperti tuhan yang berkuasa tapi tetap tidak berjalan dan dilihatnya yang
menyembah itu. Beberapa saat kemudian setelah selesai melihatnya, si pembawa
obor menancapkannya di sebelah leher pembawa kendi . si pembawa kendi roboh dengan
keadaan seperti si penyembah tapi kepalanya menunduk.
Adegan II:
4 aktor
masuk dengan keadaan membawa benda
berat: Besi, Kayu, Batu, Kertas yang banyak. 4 aktor tersebut mengeluh seperti orang yang sangat
kelaparan dan menyebut “Tuhan” Berakali-kali. Beberapa menit kemudian 2 orang
pembawa golok dengan menyebut “Akulah Tuhanmu ” 1 kali. Golok itu di mainkan.
Setelah berkumpul 4 aktor (sipembawa benda berat ) dia menyebut “dimana tuhan
kita !”. satu persatu di tanyakan dengan keadaan kaget dan setelah itu dia
menangis dan tersedu-sedu. Si pembanwa golok lalu menyembelih satu persatu.






0 komentar:
Posting Komentar