Rabu, 04 September 2013

hari yang cerah



HARI SESUNYI MATAHARI
Oleh : Sotel Harian

Adegan I:
Lampu padam, instrument masuk, lalu 5 aktor masuk: 1 orang membawa kendi dan 4 orang membawa obor.
            Sesampai ketengah. Yang membawa kendi berada di tengah-tengah para pembawa obor dan mengelilingi perlahan-lahan.
            Suara musik semakin kencang dan melancang orang yang membawa kendi kebingungan dan takut. Dan kemudian music itu telah bersi  keras kendi itu di lempar ke bawah dan pecah. Orang yang membawa obor diam tidak berjalan lagi, tinggal orang yang membawa kendi dampak menyesali perbuatannya.
            4 aktor masuk, 2 aktor membawa polok berisi air dan kembang, dan 2 aktor lagi memabawa tupah. Air dan Kembang di taburkannya pada si pembawa kendi. Dan pembawa tupah duduk di sebelah pembawa obor dan mematung.
            Suara music semakin gaduh sedangkan penabur yang ada di tengah itu (membawa air dan kembang) semakin cepat menaburnya suara music melantang di pecahkannya polok di atas kepala si pembawa kendi.
            Dan si pembawa polok dengan si pembawa tupah keluar perlahan-lahan. lalu datanglah 2 atau 4 aktor tidak membawa apa-apa dan setelah itu berjalan menuju si pembawa kendi. Setelah sampai, menyembah kepada si pembawa kendi. Dan si pembawa kendi itu seperti tuhan yang berkuasa tapi tetap tidak berjalan dan dilihatnya yang menyembah itu. Beberapa saat kemudian setelah selesai melihatnya, si pembawa obor menancapkannya di sebelah leher pembawa kendi . si pembawa kendi roboh dengan keadaan seperti si penyembah tapi kepalanya menunduk.
Adegan II:
            4 aktor masuk  dengan keadaan membawa benda berat: Besi, Kayu, Batu, Kertas yang banyak. 4 aktor  tersebut mengeluh seperti orang yang sangat kelaparan dan menyebut “Tuhan” Berakali-kali. Beberapa menit kemudian 2 orang pembawa golok dengan menyebut “Akulah Tuhanmu ” 1 kali. Golok itu di mainkan. Setelah berkumpul 4 aktor (sipembawa benda berat ) dia menyebut “dimana tuhan kita !”. satu persatu di tanyakan dengan keadaan kaget dan setelah itu dia menangis dan tersedu-sedu. Si pembanwa golok lalu menyembelih satu persatu.

0 komentar:

Posting Komentar